November 2017 - Arliando Blog

Minggu, 26 November 2017

Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir
November 26, 20170 Comments
Pertama-tama kita perlu memahami terlebih dahulu tentang pengertian banjir. Pada hakikatnya, banjir merupakan peristiwa alam dimana kuantitas air pada permukaan tanah melebihi ambang batas normal. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir, yakni:
  • jumlah debit air yang meningkat di sungai.
  • hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi dalam waktu relatif singkat.
  • masuknya air dari laut ke daratan.

Selain karena faktor alam, peran manusia juga turut mempengaruhi terjadinya banjir. Adapun faktor manusia yang menjadi penyebab bencana banjir antara lain:
  • adanya kegiatan penebangan hutan secara liar (illegal logging), sehingga mengurangi kemampuan hutan (pepohonan) menahan dan menyerap air hujan.
  • terjadinya sedimentasi pada bibir sungai yang disebabkan oleh adanya bangunan rumah, gedung, dan bangunan lain yang didirikan tanpa memperhatikan lingkungan.

Mencegah dan Menanggulangi Bencana Banjir
Di wilayah tertentu di dunia, banjir (dalam kadar normal) biasanya justru dinantikan, misalnya di beberapa area di benua Afrika, dimana kondisi tanah cenderung kering dan gersang. Dalam hal ini, peristiwa banjir bisa menyumbang persediaan air, baik untuk penduduk setempat, tumbuh-tumbuhan, maupun binatang ternak. Disamping itu, tanah yang terkena dampak banjir bisa menjadi lunak dan gembur, sehingga bisa dimanfaatkan untuk lahan tanaman produksi. 

Namun demikian, dalam banyak hal bencana banjir lebih sering membawa dampak negatif. Selain mengganggu aktivitas manusia, banjir dalam skala tertentu menyebabkan kerusakan pada bangunan, jalan, rumah, bahkan berdampak langsung pada kesehatan dan nyawa manusia.

Beberapa laporan dibawah ini menunjukkan daya rusak bencana banjir yang menimpa beberapa wilayah di dunia.

Pada pertengahan 2005 terjadi banjir bandang yang diakibatkan oleh topan Katrina di Amerika Serikat. Akibat bencana banjir ini, total kerugian yang diderita senilai US$ 200 milliar, belum termasuk korban jiwa. Menurut otoritas setempat, peristiwa ini merupakan salah satu bencana banjir terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat. 

Lebih lanjut, menurut the United States Geological Survey (USGS) bencana alam banjir di negara itu menimbulkan korban jiwa rata-rata sebanyak 140 orang setiap tahunnya, dengan kerugian aset (rumah, bangunan, jalan raya, dsb) tak kurang dari US$ 6 milliar (USGS Science Helps Build Saver Communities, Flood Hazard-A National Threat, Fact Sheet, January 2006).

Berikutnya, menurut keterangan pemerintah setempat, peristiwa banjir yang melanda ibukota Indonesia, Jakarta pada awal 2015, telah mengakibatkan kerugian tak kurang dari Rp 1.5 tilliun per hari. Angka ini diperoleh dari beberapa aspek kerugian, antara lain tidak beroperasinya sektor perdagangan (toko, kios, restoran), rusaknya persediaan barang dagangan/stok produksi, kemudian terhambatnya operasional usaha (perkantoran dan perusahaan), tidak beroperasinya moda transportasi umum, serta kendala terkait lainnya (www.republika.co.id, Kerugian Akibat Banjir, Kamis, 12 Pebruari 2015). 

Negara-negara di kawasan Asia juga tidak sedikit yang mengalami bencana banjir dengan skala kerusakan masif. Bangladesh, April 1991, mengalami bencana banjir bandang akibat badai tropis hingga menelan korban lebih dari 130 ribu jiwa. Sementara di wilayah lain, pada 1998 China menderita kerugian setara dengan US$ 30 milliar akibat musibah banjir yang menimpa negara tersebut.

Yang juga tidak kalah dahsyat adalah peristiwa banjir yang menimpa Mumbai, India pada pertengahan Juli 2005. Musibah banjir kala itu mengakibatkan kematian tak kurang dari 1,000 orang dengan kerugian ekonomi senilai US$ 750 juta.

Kemudian, apabila dilihat dari kategorinya, terdapat jenis-jenis banjir yang secara umum dikenal, diantaranya:
  • Flash floodsFlash floods adalah banjir yang terjadi secara cepat, biasanya pada dataran rendah. Kejadian ini pada umumnya diawali dengan hujan yang sangat lebat, bisa juga disertai dengan runtuhnya bendungan atau dam penahan air, dan faktor-faktor lain yang mempercepat proses terjadinya banjir.
  • River flood. Banjir seperti ini biasanya terjadi karena sungai tidak muat lagi menampung air, sehingga air meluber memenuhi wilayah disekitarnya. Peristiwa ini biasanya didahului dengan intensitas hujan yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama.
  • Coastal floods. Banjir jenis ini terjadi apabila ada badai tropis yang membawa air laut masuk ke daratan. Coastal floods juga bisa muncul akibat adanya tsunami seperti yang melanda Jepang pada pertengahan Maret 2011. Pada saat itu bencana banjir akibat tsunami dengan kekuatan lebih dari 8 skalarichter meluluh-lantakkan sisi timur laut Jepang, terutama di wilayah Fukushima, dengan total korban jiwa tak kurang dari 15,000 orang.
  • Urban floods. Banjir jenis ini terjadi di kawasan perkotaan, terutama sebagai akibat buruknya sistem drainase kota, sehingga gerimis kecil sekalipun bisa menyebabkan genangan air.

Sementara untuk mencegah agar banjir tidak terjadi, atau setidaknya mengurangi dampak meluasnya kerusakan akibat banjir, upaya mitigasi bencana banjir dilakukan dengan:
  • mempelajari proses awal munculnya bencana.
  • mengembangkan sistem peringatan dini bencana banjir (flood-disasters early warning system).
  • membangun sistem prakiraan banjir secara tepat dan akurat.
  • memaksimalkan peran otoritas lokal dan nasional dalam menanggulangi dampak banjir.
(International Council for Science, Science Plan on Hazards and Disasters: Earthquakes, Floods and Landslides, 2008).

Setiap negara memiliki program pencegahan dan penanggulangan bencana sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Namun beberapa hal prinsip wajib dilaksanakan dalam upaya pengelolaan lingkungan untuk mencegah datangnya bencana banjir, yakni:
  • menjaga sungai tetap bersih dan mengalir, antara lain dengan tidak membuang sampah dan kotoran lain kedalam sungai, kemudian dengan program pengawaan (monitoring program) secara rutin untuk memastikan ada/tidaknya masalah, baik pada aliran air sungai maupun daerah sekitarnya.
  • mengajak masyarakat setempat untuk terlibat secara aktif dalam menjaga kelestarian sungai sebagai lingkungan yang terintegrasi dengan kehidupan mereka.
  • memantau saluran air (khususnya diperkotaan) untuk mengurangi kemungkinan terjadinya banjir atau genangan air yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat.
  • mempersiapkan unit siaga banjir setiap saat, sehingga apabila banjir terjadi, pertolongan dan penanganan kepada korban banjir bisa dilakukan secara efektif.

Kesimpulannya, bencana banjir bisa datang kapan dan dimana saja. Langkah pencegahan dini menjadi alternatif pertama agar kejadian banjir bisa diantisipasi; namun jika banjir sudah terjadi, maka kesigapan unit siaga bencana menjadi faktor penting dalam penanganan dampak banjir. **
Reading Time:
 Segudang Bahaya Merokok Terhadap Tubuh
November 26, 20170 Comments
Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan peringatan dilarang merokok. Dua kata itu bisa dengan mudahnya dijumpai di mana saja. Sepertinya tidak mengherankan jika mengingat dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat merokok pada tubuh Anda.
Salah satu konsekuensi utama yang bisa Anda dapatkan dari rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. Kenapa rokok begitu berbahaya? Apa saja efek negatif lainnya dari rokok?

Lihat saja kandungan yang terdapat pada sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat di dalamnya. Ratusan di antaranya zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat kanker. Bahan-bahan berbahaya pada sebatang rokok, antara lain:
  • Karbon monoksida. Zat yang kerap ditemukan pada asap knalpot mobil ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalang penyediaan oksigen ke tubuh. Hal tersebut membuat Anda cepat lelah.
  • Tar. Ketika merokok, kandungan tar di dalam rokok akan ikut terisap. Zat ini akan mengendap di paru-paru Anda dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru. Padahal rambut tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya keluar dari paru-paru Anda.
  • Gas oksidan. Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaannya pada tubuh lebih meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah.
  • Benzene. Zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak ini bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.
Selain bahan-bahan di atas, masih banyak kandungan beracun pada sebatang rokok seperti arsenic (digunakan dalampestisida)toluene (ditemukan pada pengencer cat), formaldehyde (digunakan untuk mengawetkan mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan cadmium (digunakan untuk membuat baterai).
Ketika Anda merokok, Anda akan lebih mungkin terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi lagi jika Anda perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.
Saat merokok, Anda akan turut memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak buruk tubuh, khususnya jantung. Contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusakpembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang bisa memicu serangan jantung. Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.
Otak
Merokok bisa meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 50 persen. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami aneurisma otak. Aneurisma otak adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak.
Mulut dan tenggorokan
Bau mulut dan gigi bernoda merupakan efek yang akan timbul akibat merokok. Penyakit gusi dan kerusakan indera perasa pun dapat timbul. Masalah serius yang akan hinggap pada mulut dan tenggorokan adalah meningkatnya risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.
Paru-paru
Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia pada rokok berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru yang bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa Anda alami adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema.
Lambung
Merokok bisa melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan Anda. Hal tersebut memungkinkan asam dari lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu ke kerongkongan. Kondisi tersebut dinamakan penyakit asam lambung. Beberapa risiko penyakit yang akan dihadapi oleh seorang perokok adalah ulkus atau tukak dan kanker lambung.
Tulang
Racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi. Oleh sebab itu, perokok lebih berisiko mengalami tulang rapuh atau osteoporosis. Racun rokok juga bisa mengganggu keseimbangan hormon-hormon yang bertugas menjaga tulang tetap kuat, seperti hormon estrogen.
Kulit
Perokok akan terlihat lebih tua ketimbang yang bukan perokok karena kurangnya asupan oksigen ke kulit. Penuaan dini akan dirasakan, seperti kemunculan kerutan di sekitar mata dan mulut. Racun rokok juga bisa menyebabkan selulit pada kulit.
Organ reproduksi
Merokok bisa mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda. Pada pria, merokok bisa menyebabkan impotensi, mengurangi produksi sperma, dan kanker testisSementara pada wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Selain itu, risiko terkena kanker serviks pun lebih tinggi karena rokok mengurangi kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi human papillomavirus atau HPV.
Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin Anda mengira merokok bisa membuat lebih rileks. Anda menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan pikiran Anda, tapi ternyata itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas adalah gejala putus obat terhadap nikotin. Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres.
Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup Anda sehari-hari. Efek rokok yang bisa Anda rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk, sesak napas, lebih mudah lelah, lebih rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian merasa kelelahan di pagi hari.
Mungkin Anda sudah terbiasa mendengar bahaya merokok terhadap tubuh, namun Anda tetap tidak menghentikan kebiasaan mengisap rokok karena merasa saat ini kesehatan Anda masih baik-baik saja.
Perlu diingat, merokok sama saja seperti menabung racun pada tubuh yang sedikit demi sedikit bisa menumpuk jika dilakukan terus-menerus. Dengan begitu, risiko menderita penyakit pun akan lebih tinggi pada masa tua. Tidak hanya Anda, orang-orang terdekat pun akan merasakan efeknya karena menghirup asap rokok yang beracun.
Reading Time:
UPAYA PENANGGULANGAN KEJAHATAN
November 26, 20170 Comments
Masalah kejahatan bukanlah hal yang baru, meskipun tempat dan waktunya berlainan tetapi tetap saja modusnya dinilai sama .Semakin lama kejahatan di ibu kota dan kota-kota besar lainnya semakin meningkat bahkan dibeberapa daerah dan sampai kekota-kota kecil.

Upaya penanggulangan kejahatan telah dilakukan oleh semua pihak ,baik pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Berbagai program serta kegiatan yang telah dilakukan sambil terus mencari cara yang paling tepat dan efektif dalam mengatasi masalah tersebut.

Seperti yang dikemukakan oleh E.H.Sutherland dan Cressey (Ramli Atmasasmita 1983:66) yang mengemukakan bahwa dalam crime prevention dalam pelaksanaannya ada dua buah metode yang dipakai untuk mengurangi frekuensi dari kejahatan, yaitu :
  1. Metode untuk mengurangi pengulangan dari kejahatan
Merupakan suatu cara yang ditujukan kepada pengurangan jumlah residivis (pengulangan kejahatan) dengan suatu pembinaan yang dilakukan secara konseptual.
  1. Metode untuk mencegah the first crime
Merupakan satu cara yang ditujukan untuk mencegah terjadinya kejahatan yang pertama kali (the first crime) yang akan dilakukan oleh seseorang dan metode ini juga dikenal sebagai metode prevention (preventif).

Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa upaya penanggulangan kejahatan mencakup aktivitas preventif dan sekaligus berupaya untuk memperbaiki perilaku seseorang yang telah dinyatakan bersalah (sebagai seorang narapidana) di lembaga pemasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara preventif dan represif.

a.    Upaya preventif
Penanggulangan kejahatan secara preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya atau timbulnya kejahatan yang pertama kali . Mencegah kejahatan lebih baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, sebagaimana semboyan dalam kriminologi yaitu usaha-usaha memperbaiki penjahat perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan.

Sangat beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis.

Barnest dan Teeters (Ramli Atmasasmita,1983:79) menunjukkan beberapa cara untuk menanggulangi kejahatan yaitu:
1)    Menyadari bahwa akan adanya kebutuhan-kebutuhan untuk mengembangkan dorongan-dorongan sosial atau tekanan-tekanan sosial dan tekanan ekonomi yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang ke arah perbuatan jahat.

2) Memusatkan perhatian kepada individu-individu yang menunjukkan potensialitas kriminal atau sosial, sekalipun potensialitas tersebut disebabkan gangguan-gangguan biologis dan psikologis atau kurang mendapat kesempatan sosial ekonomis yang cukup baik sehingga dapat merupakan suatu kesatuan yang harmonis .

Dari pendapat Barnest dan Teeters tersebut di atas, menunjukkan bahwa kejahatan dapat kita tanggulangi apabila keadaan ekonomi atau keadaan lingkungan sosial yang mempengaruhi seseorang ke arah tingkah laku kriminal dapat dikembalikan pada keadaan baik. Dengan kata lain perbaikan keadaan ekonomi mutlak dilakukan. Sedangkan faktor-faktor biologis, psikologis, merupakan faktor yang sekunder saja.

  Jadi dalam upaya preventif itu adalah bagaimana kita melakukan suatu usaha yang positif, serta bagaimana kita menciptakan suatu kondisi seperti keadaan ekonomi, lingkungan, juga kultur masyarakat yang menjadi suatu daya dinamika dalam pembangunan dan bukan sebaliknya seperti menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang mendorong timbulnya perbuatan menyimpang juga disamping itu bagaimana meningkatkan kesadaran dan patisipasi masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama .

b.    Upaya represif
Upaya represif adalah suatu upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang ditempuh setelah terjadinya kejahatan . Penanggulangan dengan upaya represif dimaksudkan untuk menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan perbuatannya serta memperbaikinya kembali agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat , sehingga tidak akan mengulanginya dan orang lain juga tidak akan melakukannya mengingat sanksi yang akan ditanggungnya sangat berat .

Dalam membahas sistem represif, tentunya tidak terlepas dari sistem peradilan pidana kita, dimana dalam sistem peradilan pidana paling sedikit terdapat 5 (lima) sub-sistem yaitu sub-sistem kehakiman, kejaksaan, kepolisian, pemasyarakatan, dan kepengacaraan, yang merupakan suatu keseluruhan yang terangkai  dan berhubungan secara fungsional.

Upaya represif dalam pelaksanaannya dilakukan pula dengan metode perlakuan (treatment) dan penghukuman (punishment). Lebih jelasnya uraiannya sebagai berikut ini :
1)    Perlakuan ( treatment )
Dalam penggolongan perlakuan, penulis tidak membicarakan perlakuan yang pasti terhadap pelanggar hukum, tetapi lebih menitikberatkan pada berbagai kemungkinan dan bermacam-macam bentuk perlakuan terhadap pelanggar hukum sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya.

Perlakuan berdasarkan penerapan hukum, menurut Abdul Syani (1987:139) yang membedakan dari segi jenjang berat dan ringannya suatu perlakuan,yaitu :
a)    Perlakuan yang tidak menerapkan sanksi-sanksi pidana, artinya perlakuan yang paling ringan diberikan kepada orang yang belum telanjur melakukan kejahatan. Dalam perlakuan ini, suatu penyimpangan dianggap belum begitu berbahaya sebagai usaha pencegahan.

b)  Perlakuan dengan sanksi-sanksi pidana secara tidak langsung, artinya tidak berdasarkan putusan yang menyatakan suatu hukum terhadap si pelaku kejahatan.

Adapun yang diharapkan dari penerapan perlakuan-perlakuan ini ialah tanggapan baik dari pelanggar hukum terhadap perlakuan yang diterimanya. Perlakuan ini dititikberatkan pada usaha pelaku kejahatan agar dapat kembali sadar akan kekeliruannya dan kesalahannya, dan dapat kembali bergaul di dalam masyarakat seperti sedia kala .

Jadi dapat disimpulkan bahwa perlakuan ini mengandung dua tujuan pokok, yaitu sebagai upaya pencegahan dan penyadaran terhadap pelaku kejahatan agar tidak melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi dimaksudkan agar si pelaku kejahatan ini di kemudian hari tidak lagi melakukan pelanggaran hukum, baik dari pelanggaran-pelanggaran yang mungkin lebih besar merugikan masyarakat dan pemerintah.

2)    Penghukuman (punishment)
Jika ada pelanggar hukum yang tidak memungkinkan untuk diberikan perlakuan (treatment), mungkin karena kronisnya atau terlalu beratnya kesalahan yang telah dilakukan, maka perlu diberikan penghukuman yang sesuai dengan perundang-undangan dalam hukum pidana.

Oleh karena Indonesia sudah menganut sistem pemasyarakatan, bukan lagi sistem kepenjaraan yang penuh dengan penderitaan, maka dengan sistem pemasyarakatan hukuman dijatuhkan kepada pelanggar hukum adalah hukuman yang semaksimal mungkin (bukan pembalasan) dengan berorientasi pada pembinaan dan perbaikan pelaku kejahatan.
Seiring dengan tujuan dari pidana penjara sekarang, Sahardjo mengemukakan seperti yang dikutip oleh Abdulsyani (1987:141) sebagai berikut :
Menyatakan bahwa tujuan dari pemasyarakatan yang mengandung makna bahwa tidak hanya masyarakat yang diayomi terhadap diulanginya perbuatan jahat oleh terpidana, tetapi juga orang-orang yang menurut Sahardjo telah tersesat diayomi oleh pohon beringin dan diberikan bekal hidup sehingga menjadi kaula yang berfaedah di dalam masyarakat Indonesia .   
   
Jadi dengan sistem pemasyarakatan, disamping narapidana harus menjalani hukumannya di lembaga pemasyarakatan, mereka pun dididik dan dibina serta dibekali oleh suatu keterampilan agar kelak setelah keluar menjadi orang yang berguna di dalam masyarakat dan bukan lagi menjadi seorang narapidana yang meresahkan masyarakat karena segala perbuatan jahat mereka di masa lalu yang sudah banyak merugikan masyarakat, sehingga kehidupan yang mereka jalani setelah mereka keluar dari penjara menjadi lebih baik karena kesadaran mereka untuk melakukan perubahan didalam dirinya maupun bersama dengan masyarakat di sekitar tempat dia bertempat tinggal.
Reading Time:

Jumat, 24 November 2017

Arti seorang ibu
November 24, 20170 Comments


Ibu adalah seseorang yang paling mencintai kita di dunia ini. Pengorbanannya untuk kita sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang kita lakukan untuk beliau, itu tidak ada bandingannya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.

Ibu adalah tempat kita bersandar di saat kita lagi terpuruk dalam menjalani hidup ini. Tapi terkadang di saat kita mendapat kebahagiaan, kita lupa berbagi dengan ibu. Padahal dari sebuah do'a ibu lah kita diberi anugrah kebahagiaan tersebut oleh Tuhan. Bahkan para ustadz bilang, bahwa restu/ridho Allah itu tergantung dari restunya orang tua, terutama ibu.

Ibu akan melakukan apapun agar bisa melihat anaknya meraih keberhasilan dan kesuksesan. Bahkan dengan taruhan nyawanya sekalipun. Karena keinginan dan harapan seorang ibu adalah melihat anaknya bisa jadi orang yang berhasil dan sukses tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anaknya.

Jadi buatlah ibu kita bangga dan bahagia melihat kita sukses dan berhasil kelak.
Reading Time:
Lingkungan Hidup
November 24, 20170 Comments

Definisi lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya tanah, pepohonan, dan para tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti rumah, gedung, dan tiang listrik.

Pengertian lingkungan hidup adalah sebuah kesatuang ruang dengan segala benda dan makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi keberlangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Lingkungan hidup mencakup ekosistem, perilaku sosial, budaya, dan juga udara yang ada. 

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli 

Emil Salim 

Menurut Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Definisi lingkungan hidup menurut Emil Salim dapat dikatakan cukup luas. Apabila batasan tersebut disederhanakan, ruang lingkungan hidup dibatasi oleh faktor-faktor yang dapat dijangkau manusia, misalnya faktor alam, politik, ekonomi dan sosial. 

Soedjono 

Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani. Menurut definisi Soedjono, lingkungan hidup mencakup lingkungan hidup manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya. 

Munadjat Danusaputro 

Lingkungan hidup adalah semua benda dan daya serta kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup yang lain. dengan demikian, lingkungan hidup mencakup dua lingkungan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan budaya. 

Otto Soemarwoto 

Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan. 

Sambas Wirakusumah 

Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkunga menjadi studi aspek lingkungan organisme itu. 

Definisi mengenai lingkungan hidup tidak hanya datang dari para ahli, tetapi definisi tersebut dituangkan pula dalam undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang ini, lingkungan hidup diartikan sebagai kesatuan, dan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. 

Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tersirat bahwa lingkungan hiduplah yang mempengaruhi mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia. Manusia hendaknya menyadari kalau alamlah yang memberi kehidupan dan penghidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Reading Time:

Sabtu, 11 November 2017

Olahraga
November 11, 20170 Comments
Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang setelah olahraga. “Olahraga” datang dari bhs Perancis Kuno desport yang bermakna “kesenangan”, serta pengertian berbahasa Inggris tertua ditemukan seputar th. 1300 yakni “segala hal yang mengasyikkan serta menghibur untuk manusia”. Olahraga adalah satu diantara sumber utama dari hiburan karenanya ada pendukung olahraga yang umumnya terbagi dalam beberapa besar orang dan bisa disiarkan lebih luas lagi lewat tayangan olahraga. 

Olahraga adalah kesibukan yang benar-benar utama untuk menjaga kesehatan seorang. Olahraga juga adalah satu diantara cara utama untuk mereduksi stress. Olahraga juga adalah satu tingkah laku aktif yang menggiatkan metabolisme serta memengaruhi manfaat kelenjar didalam badan untuk menghasilkan system kekebalan badan dalam usaha menjaga badan dari masalah penyakit dan stress. Oleh karenanya, benar-benar disarankan pada tiap-tiap orang untuk lakukan aktivitas olahraga dengan cara teratur serta tersetruktur dengan baik.

Manfaat olahraga bagi tubuh manusia dapat membantu melindungi dari penyakit seperti stroke, jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, osteoporosis, nyeri punggung, dan dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stress selain dari manfaat yang telah di sebutkan di atas, olahraga juga bisa membentuk otot- otot yang ada di dalam tubuh manusia baik yang menginginkan bentuk tubuh yang berotot juga bisa menjaga stamina tubuh agar selalu fit.

Agar manfaat yang dicapai lebih maksimal, para ahli merekomendasikan untuk melakukan 20 sampai 30 menit aktivitas aerobik tiga kali atau lebih dalam seminggu serta berbagai kegiatan olahraga lainnya untuk menguatkan otot dan peregangan setidaknya dua kali seminggu. Namun, jika tidak bisa melakukan kegiatan berolahraga setiap hari bisa menggantinya dengan melakukan kegiatan sehari-hari dengan mengumpulkan 30 menit atau lebih dengan melakukan kegiatan mengepel.
Reading Time:
Sejarah islam
November 11, 20170 Comments
A.    PENGERTIAN SEJARAH ISLAM
Dalam kamus umum bahasa Indonesia,W.J.S poerwadarminta mengatakan sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi.[1] Definisi terlihat menekan kepada materi peristiwanya tanpa mengaitkan dengan aspek lainnya. Sedangkan dalam pengertian yang lebih komprehensif suatu peristiwa sejarah perlu juga dilihat siapa yang melakukan peristiwa tersebut , dimana, kapan, dan mengapa eristiwa tersebut terjadi. Denagn kata lain, didalam sejarah terdapat objek peristiwanya (what), orang yang melakukan (who), waktunya (when), tempatnya (where), dan latar belakangnya (why). Seluruh aspek tersebut selanjutnya, disusun secara sistematik dan menggambarkan hubungan yang erat antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
Dari pengertian demikian kita dapat mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sejarah islam adalah peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian yang sungguh-sunguh terjadi yang seluruhnya berkaitan dengan agama islam. Selanjutnya karena agama islam itu luas cakupannya, sejarah islampun menjadi luas cakupannya.diantara cakupannya itu ada ayng berkaitan dengan sejarah proses pertumbuhan,perkembang dan penyebarannya,tokoh-tokoh yang melakukan pengembangan dan penyebaran agama islam tersebut, sejarah kemajuan dan kemunduran yang dicapai umat islam dalam berbagai bidang,seperti dalam bidang ilmu pengetahuan agama dan umum,kebudayan,arsitektur,politik pemerintahan,perangan ,pendidikan dan ekonomi.penelitian yang berkenaan dalam berbagai aspek yang terdapat dalam sejarah islam tersebut telah banyak dilakukan baik oleh kalangan umat islam sendiri maupun para sarjana dibarat .
Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sejarah islam adalah berbagai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi,yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan agama islam dalam berbagai aspek.dalam kaitan ini ,maka muncullah berbagai istilah yang sering digunakan untuk sejarah ini,diantaranya sejarah islam,[2] sejarah peradaban islam,[3]sejarah  dan kebudayaan Islam .[4]
  
B.     RUANG LINGKUP SEJARAH ISLAM
Ruang lingkup sejarah islam dilihat dari segi periodesasinya,dapat dibagi menjadi periode klasik,periode pertengahan,dan periode modern.periode klasik yang berlangsung sejak tahun 650-1250 masehi ini dapat dibagi masa kemajuan islam1,yaitu dari sejak tahun 650-1000;dan masa disintegrasi yaitu dari tahun 1000-1250.[5]pada masa kemajuan islam 1 itu tercatat sejarah perjuangan nabi Muhammad Saw.dari tahun 570-632 M.,khulafaur rasyidin [6]  dari tahun 632-661 M,bani umayah  dari tahun 661-750 M,bani Abbas dari tahun 750-1250M.
Selanjutnya periode pertengahan yang berlangsung dari tahun 1 250-1800 M.dapat dibagikedalam dua masa,yaitu masa kemunduran 1 dan masa tiga kerajaaan besar.masa kemuduran 1 berlangsung sejak tahun 1250-1500M. Dizaman ini,jeniskhan dan keturunan nya membawa penghancuran kedunia islam.sedangkan masa tiga kerajaan besar yang berlangsung daritahun 1500-1800 dapat dibagi menjadi fase kemajuan (1500-1700 M),dan masa kemunduran II (1700-1500).
Adapun periode modern yang berlangsung dari tahun 1800 M.sampai sekarang masih  dtandai dengan zaman kebangkitan islam[7].
Secara keseluruhan ,berbagai peristiwa yang terjadi dalam sejarah islam dapat diketahui dalam beberapa periode tersebut. Pembagian periode sasi sejarah islam demikian pemting diketahui untuk lebih mudah dipaham.
Selanjutnya , dilihat dari segi isinya sejarah islam dapat dibagi kedalam sejarah mengenai kemajuan dan kemundurannya dalam berbagai bidang seperti dalam bidang politik,pemerintahan,ekonomi,kebudayaan,ilmu pengetahuan ,dengan berbagai faham dan aliran yang ada di dalam nya,dan lain sebagainya; sejarah mengenai penyebarannya keberbagai belahan dunia , tokoh-toko yang mngembangkannnya. Pembagian sejarah demikian penting diketahui untuk menempatkan posisi studi kita,yaitu pada bidang mana yang akan kita tekuni.         
C.    MODEL PENELITIAN SEJARAH
Terdapat berbagai model penelitian sejarah yang dilakukan para ahli,diantaranya ada yang melakukan studi sejarah dari segi tokoh atau pelakunya, peristiwanya, produk-produk budaya dan ilmu pengetahuannya,  wilayah atau kawasan tertentu, latar belakang terjadinya berbagai peristiwa tersebut, segi periodesasinya, dan sebagainya. Demikian pula dari segi analisisnya, terdapat para ahli yang menganalisis sejarah dari segi filsafat atau pesan ajaran yang terkandung di dalamnya; adapula yang menganalisisnya dengan pendekatan perbandingan, dan lain sebagainya.
Penelitian sejarah dapat dilakukan dengan melihat kawasan dimana peristiwa itu terjadi. John L. Esposito, misalnya, mengedit buku berjudul islam in Asia, regilion, politics & society. Didalam buku tersebut dikemukakan perkembangan islam di Asia pada umumnya, perkembangan islam di Iran, Pakistan, Afghanistan, Filipina, Asia tengah (Soviet), Cina, India, Malaysia, Dan Indonesia. Buku tersebut tidak termasuk kedalam hasil penelitian dalam arti yang khas, melainkan lebih merupakan kumpulan esai dengan menggunakan sumber-sumber sekunder. Sebagai bahan studi awal untuk memasuki studi kawasan lebih lanjut, buku tersebut patut untuk dikaji. Dari buku tersebut paling tidak dapat dihilangkan kesan bahwa Islam identik dengan Arab. David D. Newsom, dalam tulisannya berjudulIslam in Asia ally or Adversary, menyatakan, bahwa Islam sebagaimana dipahami oleh sejumlah orang Amerika sebagai Agama dunia Arab, ternyata tidaklah benar, karena  sebagian besar pemaluk islam sebagaimana dijumpai pada masa yang lalu tingal di asia. Dari sana kemudian dunia mengakui bahwa islam dak geraknya dalam menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat, menunjukkan bahwa islam adalah agama yang sangat penting dalam meresponi berbagai masalah yang timbul di belahan dunia.[8]
Selain itu, melalui studi tersebut dapat dihilangkan berbagai kesan negative terhadap islam yang berkembang sebelumnya. Dimasyarakat barat ada berbagai kesan negative terhadap islam.Pertama islam sering kali digambarkan sebagai agama yang suka membuat kerusuhan,anti barat dan reaksioner baik dalam bidang politik maupun masyarakat. Kedua, islam sering digambarkan sebagai agama yang tidak memiliki hubungan dengan berbagai masalah ang timbul di masyarakat. Islam lebih di gambarkan sebagai system ibadah yang mementingkan hubungan spiritual dengan tuhan,tanpa memperdulikan berbagai masalah yang trjadi di masyarakat. Islam dalam kenyataan menyediakan dan menawarkan kesatuan secara fundamental antara masalah ibadah dan keyakinan dengan praktik kehidupan sehari-hari,dapat briteraksi dengan berbagai kebudayaan dan kelompok etnk sebagaiman hal demikian dijumpai dalam kenyataan  sejarah. Ketiga, bahwa aspek yang selama ini belum dapat membuka mata orang amerika adalah mengenai berbagai pendekatan yang variatif yang dilkaukan oleh orang islam dan pemerintahannnya dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.[9] Penelitian ini menujukkan dengan jelas bahwa tidak seluruhnya para peniliti barat  atu orientalis memandang negative terhadap islam,melainkan juga ada yang berfikiran positif sebagaimana  yang dilakukan john.esposito.
Model penelitian  sejarah yang mengambil pendekatan kawasan juga dilakukan oleh Arthur Goldschmidt,jr,sebagaimana terlihat dalam bukunya berjudul Aconsise hisstory of the middle east.Melalui bukunya itu Arthur Goldschmidt telah berhasil mendeskripkan secara komprehensif bberbagai peristiwa yang terjadi di timur tengah sepanjang berkaitan dengan islam, mulai sejak kedatangan islam di daerah tersebut sampai dengan perkambangan nya yang terakhir.Di dalam buku tersebut dikemukakan tentang kondisi alam tengah,situasi social kemasyarakatan timur tengah sebelum kedatanga nabi Muhammad SAW.,keberadaan nabi muhammad di makkah,dasar-dasar  ajaran agama islam,penyebaran islam,hulafaur rasyidin,gerakan syi’ah,turki,oerang salib dan serbuan bangsa mongol, kebudayaan islam,kekuasan raja,perhatian dunia eropa dan penjajahannya terhada daerah timur tengah,gerakan wenternisasi yang terjadi pada abad ke Sembilan belas,munculnya gerakan nasionalisme,pembaharuan  oerintahan pada beerapa Negara yang merdeka,perjuanga bangsa mesir dalam memperoleh kemerdekaannya,gerakan dan perjuangan bangsa palestina,ekspansi bangsa israil dan reaksi bangsa arab, mulai dari terusan suez sampai ke  aqaba dan gerakan membagkitkan kembali kekuatan islam.[10]
Hasil peneliitian tersebut nampaknya berguna sebagai informasi awal untuk melakuka penelitian sejarah yang mengambil pendekatan kawasan. Penelitian tersebut dapat dikatagorikan sebaga penelitian literature yang didukung oleh survei, dan di analisis dengan pendekaan sejarah dan perbandingan.
Model penelitian sejrah kawasan lebih lanjut dilaukn oeh azyumar diazra. Dalam hasil enelitiannya,yang kemudian ditulis dalam bukinya berjudul jarimgan ulama timur tengah dan kpulauan nusntara abad XVII dan XVIII,terlihat dengan jelas bahwa yang menjadi fokus kajiannya adalah mengenai sejarh interaksi atara ulama timur tengah dan ulama dikepulauan nusantara yang erjadi pada abad XVII dan XVIII masehi. Dengan kata lan fokusnya adalah timur tengah dan kepuaun nusantara.sedangkan yang dikaji pada kawasan tersebut adalah mengenai intraksi antara ulama yang selanjutnya,menciptkan jaringan.
Pada bagian pendahuluan bukunya itu, Azyumardi  mengemukakan mengapa enelitian dengan judul tersebut perlu di lakukan. Untuk ini ia mengatakan bahwa transmisi gagasan-gasan pembaruan merupakan bidang kajian islam yang cukup terlantar. Berbeda dengan kajian tentang transmisi ilmu pengetahuan, misalnya dari yunani kepada kaum muslimin dan selanjutnya,ke eropa modern,tidak terdapat kajian komprehensif tentang transmisi gagasan ke agamaan,khususnya gagasan pembaharuan dari pusat-pusat ke ilmuan islam kebagian-bagian lain dunia islam. Tentu saja terdapat sejumlah study tentang transmisi hadist dari satu generasi ke generasi berikutnya pada masa awal islam melalui isnap, matarantai yang berkesinambungan.[11]  
Selanjutnya,Azyumardi mengatakan bahwa sejauh ini,tidak terdapat kajian komprehensif tentang jaringan ulama’timur tengah dan nusantara. Meski terdapat kajian-kajian penting tentang beberapa tooh ulama’ melayu Indonesia abad ke 17 dan 18,tetapi tak banyak upaya dilakukan untuk mengkaji secara kritis tentang sumber-sumber pemikiran mereka,dan hususnya tentangbagaimana gagasan-gasan dan pemikiran islam mereka transmisikan dari jaringan ulama yang ada:dan tentang bagaimana gagasan yang mereka transmisikan itu mempengaruhi perjalanan histor islam di nusantara.
Selanjutnya, peneliti tersebut lebih mempertajam alas an mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kajian tentang transmisi dan penyebaran gagasan pembaharuan islam, khususnya pada masa menjelang ekspansi kekuasaan eropa dalam abad ke 17 dan abad ke 18,penting karena be berapa alasan. Sejarah social –intelektual islam pada periode ini sangat sedikit dikaji; kebanyakan penelitian diberikan kepada sejarah politik muslim.karena terjadinya kemerosotan entitas-entitas politik muslim,periode ini sering di pandang sebagai masa gelap dalam sejarah muslim. Bertentangan dengan pandangan yang banyak di pegangi ini. Dalam kaitan ini, Azyumardi mewnyatakan kehendaknya,yaitu bahwa dalam studi ini mengungkapkan bahwa abad ke 17 dan abad ke18 merupakan salah satu masa yang paling dinamis dalam sejarah social intelektual muslimin.[12] 
Selanjutnya, Azyumardi mengatakan bahwa sumber dinamika islam dalam abad ke 17 dan 18 adalah jaringan ulama’, yang terutama berpusat di mekkah dan madinah. Posisi penting ke dua kota suci ini,khususnya dalam kaitan dengan ibadah haji, mendorong sejumlah besar guru (ulama’) dan penuntut ilmu dari berbagai wilayah dunia muslim dating dan bermukim disana,yang pada gilirannya menciptakan semacam jaringan keilmuan yang menghasilkan wacana ilmiyah yang unik.
Untuk lebih memperkuat tentang penelitiannya itu, Aziyumardi Azra melakukan studi kepustakaan . dalam kaitan ini mengatakan bahwa beberapa tulisan Voll membahas tentang jaringan ulama’ yang berpusat di mekkah dan madinah,dan hubungan-huungan mereka dengan bagian-bagian lain dunia muslim. Tetapi dia membahas terutama tentang kebangkitan jaringan itu di antara ulama’ timur tengah dan anak benua india ; dia hanya sambil lewat menyebut keterlibatan ulama’melayu- Indonesia seperti abd al-rauf al-sinkili dan Muhammad yusuf al-maqassari dalam jaringan ulama internasional tersebut.
Selanjutnya,johns, dipihak lain,menurut Aziyomardi Azra,dalam beberapa tulisannya juga membahas hubungan-hubungan tersebut,hususnya antara al-sinkili dan Ibrahim al-kurani. Tetapi ia tidak melakukan usaha membahas lebih lanjut jaringan ke ilmuan Al-sinkili dengan ulama lain di haramayn. Langkahnya kajian tentang jaringan keilmuan tokoh-tokoh ulama melayu-indonesia lainnya bahkan mencolok. Kajian –kajian yang membahas ulama terkemuka selain Al-sinkili gagal mengungkapkan jaringan ke ilmuan mereka dengan ulama timur tengah.
Kajian kepustakaan tersebut selain menunjukkan adanya potensi tentang kajian jaringan ulama dimaksud, juga memberikan peluang untuk melakukan penelitian lebih lanjut di bidang tersebut.
Bertolak dari latar belakang pemikiran dan tinjauan kepustakaan tersebut, Azyumardi Azra mengajukan permasalahan penelitian yang dimaksud. Dalam kaitan ini peneliti mengatakan bahwa kajian ini berupaya menjawab beberapa masalah pokok.Pertama, bagaimana jaringan keilmuan terbentuk diantara ulama timur tengah dengan murid-murid melayu Indonesia?  Bagaimana sifat dan karakteristik jaringan  jaringan? Kedua apa peran ulama melayu-indonesia dala transmisi intelektual jaringan ulama ke nusantara? Bagaiman amodus transmisi itu? Ketiga apa dampak lebih jauh dari jaringan ulama terhadap perjalanan islam di nusantara?
Dilihat dari data yang digunakan dalam penelitian ini, dinyatakan bahwa kajian ini merupakan studi pertama yang menggunakan sunber-sumber arab secara ekstensif. Kamus-kamus biografi berbahasa arab tentang ulama dan tokoh lainnya pada abad ke 17 dan ke-18 merupakan yambang informasi tentang para guru murid-murid jawi yang terlibat dalam jaringan ulama.
Sebagian dari data yang di gunakan dalam penelitian.Azyumardi mengemukakan bahwa sebagian besar mereka yang terlibat dalam jaringan ulama ini.yang berasal dari berbagai wilayah dunia muslim membawaberbagai tradisi keilmuan ke mekkah dan madinah. Terdapat usaha-usaha sadar di antara ulama dalam jaringan untuk membarui dan merevitalisasi ajaran-ajaran islam. Tema pokok pembaruan mereka adalah merekonstruksi sosio- moral masyarakat masyarakat mslim. Karena hubungan-hubungan ekstensif dalam jaringan ulama, semangat pembaruan tadi segera menemukan berbagai ekspresinya di banyak bagian dunia mslim.
Selanjutnya,Azyumardi menyimpulkan bahwa pengembangan gagasan pembaruan dari transmisi mealui jaringan ulam melibatkan proses-proses yang amat kompleks.terdapat saling hubungan di antara banyak ulama dalam jaringan,sebagai hasil dati proses ke ilmuan mereka, husus nya dalam bidang hadist dan tasawuf.
Hubungan antara kaum muslimin di kawasan melayu-Indonesia dan timur tengah telah terjalin sejak masa-masa awal islam. Para pedagang muslim dari arab, Persia dan anak benua india yang mendatangi kepulauan  nusantara tidak hanya berdagang,tetapi dala batas tertentu juga menyebarkan islam kepada penduduk islam. Penestrasi islam di masa belakangan nampaknya lebih di dahulukan para guru pengembara sufi yang sejak akhir abad ke-12 datan dalam jumla yang semakin banyak ke nusantara .
Selanjutnya, penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa kemakmuran kerajaan –kerajaan muslim dinusantara, terutama sebagai hasil perdangan inernasional,membrikan kesempatan kepada sigmen-sigmen tertentu dalam masyarakat muslim-melayu Indonesia untuk melakukan perjalanan ke pusat-pusat ke ilmuan dan ke agamaan di timur tengah. Upaya dinasti ustmani mengamankan jalur perjalanan haji juga membuat perjalanan haji dari nusantara semakin baik. Tatkala hubungan ekonomi,politik,sosual ke agamaan antara Negara muslim di nusantar dengan  timur tengah semakin meningkat sejak abad ke-14 dan abad ke-15, kian banyak pulalah penuntut ilmu dan jama’ah haji dan dunia melayu-indonesia yang berkesempatan mendatangi pusat-pusat ke ilmuan islam di sepanjang rute perjalanan haji. Ini mendorong munculnya komunitas yang oleh sumber-sumber arab tersebut ashhab al-jawiyin.(saudara kita orang jawi) di haramayn. Istilah jawi,meskipun berasal dari kata jawa merujuk kepada setiap rang yang berasal dari nusantara.
Selanjutnya, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa murid-murid jawi diharamayn merupakan inti utama tradisi intelektual dan ke ilmuan islam di antara kaum muslimin melayu Indonesia. Kajian atas sejarah kehidupan, ke ilmuan, dan karya-karya yang mereka hasilkan menjelaskan tidak hanya sifat hubungan ke agamaan dan intelektual diantara kaum muslim nusantara dan timur tengah, tetapi juga perkembangan islam semasa di dunia melayu-indonesia. Kehidupan dan pengalaman mereka menyajikan gambaran yang amat menarik tentang berbagai jaringan intelektual keagamaan terdapat di antara mereka dengan timur tengah.
Pada bagian berikutnya dalam pendahuluan tersebut, Azyu mardi Azra menyampaian mamfaat dari penelitian tersebut. Menurutnya, bahwa memahami proses-proses transmisi gagasan pembaruan itu  menjadi semakn penting dalam hubungan nya dengan perjalanan dinusantara. Karena kawasan ini, menurut nya secara geografis terletak pada pinggiran dunia muslim,terdapat kecenderungan di kalangan sarjana dan penelitidi masa modern untuk tidak memasukkan nusantara dalam pembaruan tentang islam.
Melalui hasil penelitiannya itu, Azyumardi Azra telah berhasil menyatakan ketidak benaran sepenuhnya tentang corak islam di kepulauan nusantara. Selama ini di asumsikan , bahwa islam di kawasan ini tidak mempunyai tradisi ke ilmuan yang mantap. Bahkan islam di nusantara di anggap “bukan islam yang sebenarnya,”karena bercampur budaya local. Menurtnya pada intinya islam dinusantara berbedadengan islam di timur tengah. Ia lebih lanjut mengatakan kita tentu saja tidak menolak adanya pengaruh lokal tersebut tetapi utuk menyebut tradisi  islam dinusantara tidak mempunyai kaitan islam ditimur tengahjelas merupakan kekeliruan amat fatal.
Lebih lanjut melalui hasil penelitiannya, Azyumardi Azra, mengatakan juga keliru menganggap hubungan antara islam nusantara dengan timur tengah lebih bersifat politik ketimbang ke agamaan. Menurut nya setidaknya sejak abad ke-17 dan abad ke-18 hubungan di antara ke dua wilayah muslim ini umumnya bersifat ke agamaan dan ke ilmuan, meski juga terdapat hubungan politik antara beberapa kerajaan muslim nusantara, misalnya dengan dinasti usmani.
Berdasarkan informasi tersebut di atas, maka model penelitian sejarah yang di lakukan oleh Azyumardi Azra adalah termasuk studi sejarah kawasan dengan mengambil masalah pokoknya pada jaringan ulama antara timur tengah dengan melayu nusantara dalam kurun abad ke-17 dan ke-18. Penelitian tersebut tergolong penelitian eksploratif, dokmentatif, dan kualitatif,karena berupaya mengungkapakan berbagai masalah yang ada kaitannya dengan ulama tesebut berdasarkan dokumen tertulis yang dapat di pertanggung jawabkan ke shahihannya. Penelitian tersebut bukan penelitian uji hipotesis atau mencari korelasi antara satu variable dengan variable lainnya.
Delihat dari segi aspek-aspeknya, tampak penelitian tersebut telah lengkap. Di dalamnya di kemukakan tentang latar belakang pemikiran, permasalahan,tujuan, bahan-bahan yang digunakan, pendekatan, dan kesimpulan yang dihasilkan. Model penelitian yang demikian tampak terkesan melelahkan dan banyak makan energi, namun jelas sekali sumbnagannya bagi pengembangan khazanah intelektual islam. Untuk itu peneletian tersebut perlu di lanjutkan

Reading Time: